GARANSI !!!

Tidak hanya beli langsung putus !!!, setiap pembelian produk dari peternakan dody, kami memberikan service konsultasi gratis 24 jam, baik mengenai pakan, kandang, serta perawatan.

4 hal yang harus diperhatikan dalam membuat formulasi pakan





oleh: Dody Faizal
Dalam menyusun atau membuat pakan untuk diberikan kepada itik, ada 4 hal yang perlu dipertimbangkan, karena 4 hal ini menentukan tingkat kesuksesan dari beternak itik, baik dari sisi ekonomis maupun dari sisi produktifitas ternak yang bermuara pada profit dalam beternak itik, 4 hal tersebut antara lain :
1.      Harga bahan pakan tersebut:
Yang perlu digaris bawahi disini adalah bahan pakan standart dengan kualitas standart pula, artinya bukan berarti murah disini kita lantas mengesampingkan kualitas, oleh sebab itu dibutuhkan pengetahuan tentang bahan pakan (lihat di situs www.peternakandody.com) , perlunya eksplorasi tentang sumber bahan pakan disekitar kita membuat kita semakin menemukan banyaknya pilihan, dari sekian pilihan tersebut kita cari dengan harga terendah dengan standart kualitas yang cukup, misalkan saja kita tentukan menggunakan dedak padi, maka dedak padi yang haluslah yang harus menjadi pilihan kita, bukan yang kasar, meskipun harganya jauh lebih murah, tapi standart kualitasnya tidak terpenuhi.
2.      Ketersediaan bahan pakan
Ini penting, karena sebaik-baiknya pakan, semurah-murahnya pakan jika tidak stabil ketersediaanya maka sangat tidak dianjurkan, mengingat dalam beternak itik untuk pakan haruslah stabil, dalam artian jenis, kualitas, kuantitas pakan haruslah selalu menyesuaikan kondisi dan kebutuhan itik, tidak boleh berubah, apalagi terhadap itik yang sudah stabil produksi telurnya. Jika perubahan itu dipaksakan maka produksi telur niscaya akan turun, dalam kondisi parah perubahan pakan tersebut akan mengakibatkan rontok bulu (moulting). Lebih baik mencari pakan yang benar- benar ada sepanjang tahun, tidak pernah terjadi kelangkaan pakan.
3.      Kandungan kalorinya
Poin ke tiga ini kaitanya dengan bahan pakan dasar (mayoritas), biasanya yang paling banyak digunakan atau prosentasenya paling besar. Misalkan dedak padi, jagung, singkong, polar, roti, nasi aking, dsb. Diantara bahan pakan tersebut mana yang paling banyak kandungan kalorinya. Otomatis juga dengan memperhatikan 2 pertimbangan diatas, baik secara ekonomis maupun kontinyuitas pakan tersebut.
4.      Kadar protein
Ini kaitanya dengan produktifitas dari ternak itik, biasanya penggunaan pakan dengan sumber protein tidak lebih dari 30%, tetapi sangatlah vital, misalkan saja pada itik petelur diperlukan kadar protein minimal 17% setiap kali pemberian pakan, maka sumber pakan protein yang kita berikan haruslah tepat, jangan kurang dari ambang batas minimal karena dapat mengakibatkan turunnya produktifitas, tetapi juga jangan terlalu banyak karena tidak akan efisien.
4 hal tersebut wajib menjadi acuan dalam memilih ransum, oleh sebab itu agar lebih maksimal sebelum kita memulai beternak alangkah baiknya kita bekali diri kita dengan pengetahuan tentang ransum, dan mengeksplorasi semaksimal mungkin tentang semua itu.
Selanjutnya - 4 hal yang harus diperhatikan dalam membuat formulasi pakan

Pengawetan dan Cara Pembuatan Telur Asin

Banyak cara agar telur itik bisa bertahan lama, disimpan dalam waktu tertentu, pengawetan pada telur dilakukan untuk memperpanjang masa kesegaran telur. Pada intinya proses ini dilakukan untuk mengurangi penguatan air dari dalam ke permukaan telur. Ada beberapa cara dalam usaha pengawetan telur ini.
1. Pengawetan Menggunakan Minyak Kelapa.
 Pengawetan ini dapat dilakukan dengan dua jenis minyak kelapa, yaitu minyak kelapa panas dan minyak kelapa dingin. Dengan teknik pengawetan ini, kesegaran telur dapat bertahan hingga 7 - 9 minggu. Pengawetan menggunakan minyak kelapa dingin cukup sederhana. Mula-mula bersihkan telur, lalu celupkan telur ke dalam minyak kelapa dingin hingga rata keseluruh permukaan telur. Setelah itu, letakkan telur dalam rak penyimpan telur dengan bagian tumpul telur berada diatas.
Sementara itu pengawetan menggunakan minyak kelapa panas mula-mula dilakukan dengan memanaskan minyak kelapa. Letakkan telur yang akan diawetkan dalam keranjang kawat, lalu celupkan telur ke dalam minyak kelapa panas selama 1-1,5 detik, tiriskan telur dan susun dalam rak telur dengan bagian tumpul diatas. Simpan telur ditempat bersih dan sejuk, idealnya tempat penyimpanan memiliki suhu kamar 30 derajat Celcius dan kelembapan 78,5%.
2. Pengawetan Menggunakan Garam (Pembuatan telur asin)
 Terdapat beberapa syarat telur itik yang akan dijadikan telur asin, antara lain kondisi luar telur baik (tidak retak) dan isi telur masih baik (tidak rusak atau busuk), yang dapat diketahui melalui peneropongan telur. Telur yang akan diasinkan adalah telur yang tidak dibuahi pejantan dan umur simpannya di bawah sepuluh hari, sehingga kesegarannya masih terjaga. Setelah kondisi telur dipastikan baik, sebelum dijadikan telur asin terlebih dahulu telur dicuci kemudian dikering anginkan.
Bahan dan Peralatan
* 400 butir telur itik segar
* 1 kg garam dapur bubuk beriodium
* 1 kg abu gosok
* 1 kg bubuk bata merah
* amplas
* baskom plastik ukuran besar
* kompor
* dandang
Cara Membuat
1. Campurkan garam, abu gosok, bubuk batah merah dan air. Aduk rata hingga menjadi adonan kental. Tanda adonan dapat digunakan adalah mudah menempel pada telur.
2. Cuci bersih telur kemudian amplas. Lumuri telur menggunakan adonan hingga rata, ketebalan tidak lebih dari 2 mm.
3. Simpan telur yang telah dilumuri adonan selama 10- 12 hari. Atau tergantung pada keasinan yang diinginkan. Semakin lama semakin asin.
4. Bersihkan telur dari adonan yang menyelimutinya, setelah itu sortir kembali telur dengan melakukan peneropongan, apabila tampak gelap berarti telur busuk atau rusak.
5. Kukus telur selama 4-6 jam.
Pada musim hujan, garam yang digunakan sebagai campuran adonan hanya 600 gram, karena proses penyerapannya pada saat ini lebih tinggi. Adonan tersebut dapat digunakan hingga tiga kali pembuatan telur asin.
Selamat mencoba...!!!
(sumber: beternak itik,agromedia)









Selanjutnya - Pengawetan dan Cara Pembuatan Telur Asin

pembesaran itik potong masa starter

oleh : Dody Faizal
Trend masakan dengan menggunakan daging bebek saat ini kian meningkat, seiring dengan perkembangan jaman, daging bebek diolah dengan berbagai macam menu, dari sini akhirnya mendorong tumbuh kembangnya konsumsi daging bebek. dahulu daging bebek diperoleh dari bebek yang sudah tidak produktif/ afkir, karena kebutuhan daging bebek terus meningkat, maka diperlukan suply tambahan, salah satu alternatif yang sangat prospek adalah penyediaan daging bebek dari bebek jantan, atau bebek jenis pedaging. sehingga saat ini bebek pedaging atau biasa disebut bebek potong pembudidayaanya kian diminati. tetapi hal ini tidak diimbangi dengan pemeliharaan yang baik, sehingga bebek potong atau pedaging terkadang outputnya tidak sesuai yang diinginkan, atau diluar spek. untuk itu perlu dipelajari pemeliharaan itik yang baik dan benar, terutama pada masa starter.
dari penggolongan masa pemeliharaan itik, secara garis besar terdapat kesamaan antara pemeliharaan itik petelur dengan itik pedaging, kita sepakati masa starter adalah masa 0 hari sampai dengan masa 21 hari, masa ini dianggap masa paling rawan, bagaimana tidak, tumbuh kembang itik ditentukan pada masa ini.
langkah pertama untuk pemeliharaan itik pedaging masa starter adalah itik dikeluarkan dari kemasan atau kotak penyimpanan, dan dimasukkan dalam kandang starter biarkan beberapa jam, misalkan satu jam, biar itik dalam keadaan tenang, setelah itu beri air minum yang dicampur dengan larutan vitamin, jika tidak ada beri dengan air gula merah, dengan maksud untuk meningkatkan ketahanan tubuh pada itik. pemberian vitamin pada itik ini dilakukan terus menerus pada 7 hari pertama tanpa sela, setelah itu pemberian vitamin bisa dilakukan sehari sekali, atau jika ingin hasil yang optimal pemberian vitamin pada itik dilakukan sampai itik umur 2 minggu tanpa jeda waktu. setelah DOD atau anak itik kondisinya membaik dan normal bisa diberikan makan. makanan dalam hal ini berbentuk butiran, bisa dibeli di toko pakan ternak, khusus untuk masa starter, dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan itik pedaging. hal lain yang perlu diperhatikan adalah sesampai di kandang box, itik yang diberi minum perlu dijaga agar bulunya tidak basah karena mandi air minum yang telah disediakan, karena hal ini dapat berakibat pada kematian itik. untuk itu perlu kiranya diperhatikan serta diawasi agar kondisi bulu itik agar tetap kering, dan itik tidak mandi pada air minum yang telah disediakan, jika ada itik yang terlanjur basah dikarenakan air yang menempel pada bulunya segera di karantina, dan diberikan pemanasan khusus agar kondisinya kering dan pulih seperti sedia kala.
untuk pemberian pakan pada masa 21 hari pertama sebaiknya menggunakan standart bahwa pakan tersebut mengandung 20% sampai 21% kadar protein, dan 3000 sampai 3200 kkal. setelah melewati 21 hari maka kadar protein dan kalori disesuaikan sesuai dengan umur itik tersebut. untuk menunjang agar asupan gizi itu maksimal maka tempat pakan yang disediakan harus mencukupi, hindari itik yang berdesak desakan sewaktu itik makan, jadi usahakan tempat pakan cukup untuk itik, dan semua itik dipastikan kebagian pakan yang telah disediakan.
ada beberapa standart kuantitas/ banyaknya pemberian pakan untuk itik, pada hari pertama datang, untuk sehari bisa diberikan 5 gr/ekor, kemudian ditambah 3 gr/hari sampai umur 7 hari. sedangkan mulai hari ke 8 pakan ditambah 4 gr sampai umur 21 hari, dan selanjutnya ditambah 5 gr sampai usia panen. jadi untuk masa starter hal yang perlu diperhatikan adalah cara pemberian pakan, tempat pakannya, tempat minumnya, serta kepadatan untuk ternaknya. jika keempat faktor tersebut di perhatikan maka dapat diperoleh hasil yang maksimal.
selamat beternak !!!






Selanjutnya - pembesaran itik potong masa starter

Lumpuh pada Itik

posting by: dody faizal

Seringkali kita jumpai penyakit lumpuh pada bebek/itik, sore sehat, tahu- tahu pagi sudah lumpuh, dan ini bisa berakibat pada kematian hewan ternak. beberapa penyebabnya adalah kualitas pakan yang tidak baik atau terlalu lama berada di tanah becek, karena itu dianjurkan tidak memberi pakan nabati seperti jagung, atau sejenis bungkil yang disimpan terlalu lama di dalam gudang, penyebabnya adalah pakan tersebut mengandung bakteri aspergillus flavus yang dapat meracuni pencernaan iti sehingga menyebabkan kelumpuhan, selain itu juga lumpuh yang disebabkan makanan adalah itik tersebut makan bangkai hewan yang mati, seperti tikus, bangkai unggas, ular, serangga, cicak, dsb. terutama untuk yang menggunakan sistem angon maka akan dijumpai itik lumpuh karena makan bangkai. adapun tanda- tandanya adalah itik yang menderita keracunan adalah itik nafsu makannya berkurang atau lebih ekstrim tidak mau makan, tidak bersuara, bahkan tidak mau minum, jadi bisa saja ada dua kemungkinan penyebab matinya, yang pertama adalah karena mati kelaparan, yang kedua mati karena racun yang terkandung dalam pencernaan itik. adapun cara mengatasinya adalah dengan menggunakan obat modern ataupun bisa menggunakan ramuan tradisional dengan cara mengumpulkan 100 lembar daun mengkudu, 10 lembar daun pepaya dan 1 kg temu hitam, semua bahan ditumbuk halus lalu direbus hingga matang. setelah itu angkat dan saring, air rebusannya kemudian dicampurkan dalam ransum pakan yang diberikan ke itik. untuk jenis obat yang modern banyak sekali ragam nya, salah satunya adalah "trimizyn".
kelumpuhan juga bisa terjadi karena ternak kekurangan vitamin A, tandanya selain kakinya tidak bisa digerakkan, sekeliling mata itik juga tampak mengering. namun kadang- kadang juga mengeluarkan air mata yang berlebihan, pencegahannya bisa diberikan hijauan segar minimum 5 gram/ekor/hari. selain itu bisa juga diatasi dengan pemberian minyak ikan atau vitamin A sintesis. ada cara tradisional untuk mengatasi kelumpuhan pada iti, yaitu dengan memberikan butiran es batu atau memberikan satu sendok makan air es.
kesimpulannya kelumpuhan pada itik merupakan penyakit yang serius, maka dari itu yang perlu diperhatikan adalah pakannya serta kebersihan kandang, dan mensterilkan lingkungan sekitar dari kemungkinan adanya bangkai sehingga tidak termakan oleh hewan ternak kita.
Selanjutnya - Lumpuh pada Itik

Bebek Mojosari


Keanekaragaman hayati di Indonesia yang terdiri dari berbagai jenis flora dan fauna diwarnai oleh berbagai jenis itik yang tersebar di berbagai wilayah, dan merupakan sumberdaya genetik yang potensial untuk dikembangkan sebagai sumber pangan hewani. salah satu jenis itik yang telahg banyak di budidayakan dan merupakan sumber pendapatan yang dapak diandalkan oleh oleh keluarga petani di daerah pedesaan adalah itik mojosari. itik ini dipelihara terutama sebagai penghasil telur, baik dipelihara secara tradisional digembalakan maupun secara intensif terkurung.



itik mojosari mempunyai daerah penyebaran terutama di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatra, serta hampir pulau- pulau besar di nusantara. pusat perkembangannya adalah di kecamatan mojosari kabupaten mojokerto, yang juga terkenal sebagai sumber pembibitan itik mojosari dengan total populasi sekitar 200.000 ekor induk, serta bisa menghasilkan DOD 10.000 sampai dengan 20.000 per hari. seperti halnya dengan beberapa jenis itik lain yang ada di Indonesia, itik mojosari ini merupakan keturunan dari bangsa itik "indian runnner" yang awalnya berasal dari india dan cukup terkenal di dunia sebagai bangsa itik petelur unggulan. proses adaptasi yang cukup lama dan perkebangan geografis di sekitar daerah pengembangannya telah menghasilkan itik mojosari yang seperti terlihat sekarang.



pada umumnya itik mojosari dipelihara di daerah dataran rendah dengan sumber pakan yang tersedia secara lokal, misalnya di daerah persawahan ataupun di sepanjang pesisir pantai, namun itik mojosari inipun mampu beradaptasi dan berproduksi dengan baik di daerah yang lebih tinggi. sebagaian besar ternak itik ini dipelihara secara ekstensif atau semi intensif.



secara visual, ciri- ciri morfologis itik mojosari adalah sebagai berikut:



1. warna bulu itik betina coklat tua polos di seluruh permukaan tubuh, kadang- kadang dengan sedikit kombinasi putih, dengan warna paruh dan kaki hitam



2. warna bulu pada jantan agak berbeda dari betina dimana warna bulu pada bagian kepala,leher dan dada coklat gelap mendekati hitam, bagian perut agak keputihan, dan bagian punggung coklat tua. dibagian sayap ada beberapa bulu suri yang berwarna hitam mengkilap. warnah paruh dan kaki itik jantan lebih hitam dari yang betina.



3. bentuk badan langsing dan hampir tegak menyerupai botol, dengan bobot badan dewasa antara 1,4 - 1,7 kg







*sumber balai pembibitan ternak unggul kambing domba itik (BPTU KDI) pelaihari.
Selanjutnya - Bebek Mojosari